Menjaga kebersihan gigi dimulai dari cara menyikat gigi yang benar. Banyak orang berpikir bahwa menyikat gigi dengan keras dapat membersihkan kotoran lebih efektif, padahal hal ini justru bisa merusak enamel gigi dan menyebabkan gusi menjadi sensitif. Sikat gigi sebaiknya dilakukan dengan gerakan lembut melingkar selama minimal dua menit, dua kali sehari — pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Pemilihan sikat gigi dengan bulu halus juga sangat penting agar tidak melukai permukaan gigi maupun jaringan gusi.
Selain teknik menyikat yang benar, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride juga memiliki peran besar dalam melindungi enamel gigi dari kerusakan. Fluoride membantu memperkuat struktur gigi sehingga lebih tahan terhadap asam dari makanan dan minuman. Namun, penggunaan pasta gigi dalam jumlah berlebihan juga tidak disarankan, cukup seukuran biji kacang polong untuk orang dewasa. Anak-anak perlu diawasi agar tidak menelan pasta gigi karena kandungan fluoride yang tinggi bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Tidak kalah pentingnya, kebersihan sikat gigi juga harus diperhatikan. Sikat gigi sebaiknya dibilas dengan air mengalir setelah digunakan dan disimpan dalam posisi tegak di tempat yang kering. Hindari menutup kepala sikat gigi dengan penutup rapat karena kelembapan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Sebaiknya ganti sikat gigi setiap tiga bulan atau segera setelah bulu sikat mulai mengembang agar pembersihan tetap maksimal.
